BINAHONG (Bassela rubra linn)
SIRIH HITAM (Piper betle var nigra)
- Vulnerary: Untuk menyembuhkan luka pada permukaan kulit.
- Stomachic: Untuk mengatasi masalah pada saluran pencernaan.
- Alkaloid: Untuk menghambat bertumbuhnya sel kanker.
- Eugenol: Sebagai zat analgesik yang bisa meredakan rasa nyeri.
- Minyak asitri: Memiliki sifat desinfektan dan anti jamur.
- Saponin: Saponin merupakan senyawa fitokimia yang bermanfaat untuk mengatasi kegemukan, kolesterol, metabolisme tubuh, kanker usus besar dan mengandung antioksidan yang cukup tinggi.
- Tanin
- Flavonoid
- Hidroksikavicol
- Kavicol
- Kavibetol
- Allylprokatekol
- Karvakrol
- P-cymene
- Cineole
- Caryofelen
- Kadimen estragol
- Ter-penena
- Fenil propada
KENANGA (Cananga odorata)
Tumbuhan kenanga merupakan tanaman yang menghasilkan bunga yang harum dan wangi, biasa disebut juga dengan pohon parfum. Pohon ini merupakan tanaman liar yang dapat tumbuh subur pada daerah dengan ketinggiannya mencapai 1200 meter dari permukaan laut. Tanaman bunga ini diduga berasal dari asia tenggara termasuk Indonesia. Bunga kenanga ini sering dimanfaatkan untuk bunga tabur dan pohonnya sebagai peneduh dihalaman rumah maupun di tepi-tepi jalan.
Orang jawa menyebut tanaman ini dengan nama kenongo. Bunganya sering dimanfaatkan untuk ritual, dicampur dengan bunga melati, bunga mawar dan bunga-bunga lainnya. Pada keluarga bangsawan (keluarga keraton), bunga tersebut juga digunakan untuk bahan ‘ngadi salira’ (perawatan tubuh).
Untuk mendapatkan bunga kenanga yang baik, waktu yang tepat untuk pemanenan adalah saat bunga telah berwarna kuning. Pemanenan dilakukan pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit, hal ini untuk menghindari penguapan dari senyawa minyak atsiri yang terkandung didalamnya.
CIRI-CIRI KENANGA.
Tanaman bunga kenanga memiliki batang yang cukup besar, berdiameter 0,1-0,7 meter dan tingginya mencapai 5-20 meter. Batang pohon kenanga lurus, dengan kayu keras dan cocok untuk bahan peredam suara (akustik). Daunnya panjang, halus dan berkilau. Bunganya hijau kekuningan (ada juga yang bersemu dadu, tetapi jarang), menggelung seperti bentuk bintang laut, dan mengandung minyak biang, cananga oil yang wangi.
Sekuntum bunga kenanga umumnya mempunyai enam buah lembar daun dan satu buah mahkota berwarna kuning.
KLASIFIKASI ILMIAH.
Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis (Kelas): Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Magnoliidae
Ordo (Bangsa): Magnoliales
Familia (Suku): Annonaceae
Genus (Marga): Cananga
Species (Jenis): Cananga odorata (Lamk.) Hook.
Nama Latin Bunga Kenanga: Cananga Odorata
Indonesia: Kenongo, Kenanga, jelaprang
Inggris: Ylang-ylang
Thailand: Kradanga
Pilipina: Ilang Ilang
KANDUNGAN ZAT
Bunga kenangan mengandung beberapa zat kimia yang digunakan dalam mengobati beberapa penyakit. Sejumlah kandungan zat penting tersebuat antara lain: flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.
Minyak atsiri tanaman ini mempunyai bau yang sangat khas, mengandung beberapa komponen penting yang dapat digunakan juga sebagai insektisida alami. Beberapa komponen tersebut antara lain: eugenol, farnesol, asam bensoat, geraniol, safrol, eugenol, kadinen, bensin asetat, linalool, dan pinen.
KHASIAT DAN MANFAAT KENANGA
Orang Indonesia umumnya memanfaatkan bunga kenanga ini untuk kesehatan tubuh, antara lain: mengobati pusing, demam, mual-mual, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan obat nyeri haid.
Biasanya pemanfaatan bunga kenanga dilakukan langsung dalam bentuk segar atau baru selesai dipetik, kemudian diseduh dengan air hangat. Selanjutnya, air seduhan tersebut diminum.
Berikut ini adalah beberapa resep tradisional ramuan obat menggunakan bunga kenanga:
(1). Jamu Setelah Melahirkan.
Zaman dahulu, kala dokter dan bidan masih jarang, untuk memulihkan kembali kondisi seorang ibu yang habis melahirkan, maka dibuatlah jamu dengan ramuan bunga kenanga. Caranya adalah dengan memanfaatkan bunga kenanga yang masih muda, kayu rapet, pegatsih, kunci pepet, kunyit, jongrahab, jalawe, dan jakeling. Semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis), kemudian diseduh dengan air panas. Kemudian airnya disaring dan diminum.
(2). Bunga Kenangan untuk Mengobati Bronkhitis.
Ambil 2 kuntum bunga kenanga yang sudah kering, lalu direbus dengan satu gelas air panas sampai mendidih hingga tersisa setengah gelas. Setelah dingin, airnya diminum secara rutin setiap sore dan pagi hari.
(3). Bunga Kenangan untuk Obat Sesak Napas.
Bunga kenanga yang sudah kering sebanyak 3 kuntum, cuci sampai bersih lalu seduh dengan 1 gelas air panas dan tutup dengan rapat saat menyeduhnya, dan selanjutnya saring ambil airnya, minum secara rutin tiap sore dan pagi hari.
(4). Mengobati Malaria
Untuk mengobati malaria, ambil 3 kuntum bunga kenanga yang sudah dikeringkan, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas, lalu ditutup rapat. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum secara teratur.
(5). Ramuan Kenanga untuk atasi rematik encok
Ambil 10-15 gram bunga kenanga yang belum mekar, 30 gram daun srikaya, 20 gram daun ketapang, 20 gram jahe, 10 butir merica, dicuci lalu ditumbuk halus, tambahkan air secukupnya, kapur sirih secukupnya, kemudian diaduk rata lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Lakukan pengobatan 2 kali sehari.
(6). Ramuan Kenanga untuk atasi demam nipas.
Ambil 5 kuntum bunga kenanga, 5 kuntum bunga turi merah, 10 gram kencur, 10 gram kunyit, 10 gram temu hitam, 25 gram asam. Semua bahan diatas ditumbuk hingga halus, tambahkan sedikit garam dan air matang secukupnya, kemudian digosokkan pada bagian punggung atau sebagai tapal pada perut. Lakukan 2 kali sehari.
(7). Ramuan Kenanga untuk atasi kudis.
50 gram kenanga dicuci bersih dan ditumbuk hingga halus, tambahkan 20 cc minyak kelapa dipanaskan sebentar, setelah dingin oleskan pada bagian kulit yang sakit 2 kali sehari.
(8). Ramuan Kenanga untuk atasi gigitan serangga.
2-5 kuntum bunga kenanga, 1 kuntum bunga mawar, 10 kuntum bunga melati dihaluskan tambahkan 1 sendok minyak kelapa kemudian dioleskan pada bagian yang sakit.
(9). Ramuan Kenanga untuk atasi keputihan.
30 gram kenanga, 30 gram kulit delima kering direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum bila airnya sudah dingin. Lakukan secara teratur 2 kali sehari masing-masing 150 cc.
(10). Ramuan Kenanga untuk atasi bau badan.
15 gram bunga kenanga, gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum selagi hangat. Lakukan secara teratur hingga bau badan hilang.
(11). Ramuan Kenanga untuk mengobati radang saluran kencing.
10-20 gram bunga kenanga, 30 gram daun kumis kucing segar, 30 gram sambiloto segar, 30 gram daun sendok segar, dicuci bersih dan direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 500 cc lalu airnya diminum. Lakukan secara teratur 2 kali sehari masing-masing 250 cc. (prof. hembing).
(12). Ramuan Kenanga untuk atasi sakit kepala.
15 gram bunga kenanga, 15 gram jahe diiris-iris kemudian direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan airnya diminum selagi hangat.
Manfaat yang paling spesial dari bunga kenanga adalah sebagai semprotan obat anti nyamuk. Hal ini merujuk dari hasil penelitian dengan mengoleskan ekstrak bunga kenanga pada tubuh marmut.
Kandungan minyak atsiri yang terdapat dalam ekstrak bunga kenanga tersebut lalu meresap ke pori-pori marmut. Campuran antara keringat dan minyak atsiri ini akan menguap ke udara dan menimbulkan bau. Bau tersebut akan terdeteksi oleh reseptor kimia yang terdapat pada tubuh nyamuk dan diteruskan ke pusat impuls saraf. Hal inilah yang kemudian direspon otak nyamuk agar menghindari tubuh marmut.
Walaupun sampai sekarang harga obat antinyamuk ekstrak bunga kenanga masih mahal, namun tidak menimbulkan efek samping seperti kebanyakan obat antinyamuk yang di jual di pasaran.
Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Kenanga.. semoga bermanfaat.
KITOLOD, Tanaman Herbal Untuk Kesehatan Mata Anda.
Tahukah anda tanaman ini? Yang pasti anda sering melihat tanaman ini diselokan atau tempat lembab lainnya. Terkesan sebagai tanaman yang tidak berguna. Tapi tahukah anda bahwa Kitolod ini sangat berkhasiat untuk penyembuhan gangguan mata (rabun, katarak, minus dan plus) dan kanker?
Secara ilmiah tanaman ini mempunyai nama ilmiah Isotoma longiflora atau Laurentia longiflorayang mengandung senyawa alkaloid yakni lobelin, lobelamin dan isotomin. Daunnya mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol. Getah tanaman mengandung racun, tetapi bagian tanaman lain memiliki efek antiradang (antiflamasi), antikanker (antineoplasmik), menghilangkan nyeri dan menghentikan pendarahan.
Menurut Prof.(HC) Dr. H.W. Isnandar, seorang pakar TOGA pimpinan Jamu Dayang Sumbi, kita dapat menggunakan bunga segar kitolod untuk pengobatan mata mulai dari rabun, katarak bahkan mata minus dan plus. Hanya dengan mengambil bunga kitolod yang masih segar, kemudian dimasukkan kedalam segelas air putih, gelas ditutup dan dibiarkan 5 menit kemudian digunakan untuk merambang atau merendam mata. Hal ini dilakukan tiap hari sampai sembuh. Selain bunganya, di beberapa daerah juga digunakan beberapa daun kitolod yang telah dipotong pucuknya, kemudian di celupkan dalam segelas air bersih dan digunakan untuk menetesi mata. Mata akan terasa sangat pedih, tetesi terus sampai rasa pedihnya berkurang dan hilang.
Perlu diingat, baik bunga maupun daun kitolod yang digunakan haruslah benar benar bersih. Disarankan untuk menggunakan daun atau bunga kitolod yang dibudidayakan, atau tidak mengunakan tanaman ki tolod yang berasal dari tempat yang kotor yang pada akhirnya justru akan memperparah penyakit mata kita.
Prof. DR (HC) H. W. Isnandar menyebutkan bahwa kitolod juga merupakan tanaman penting dalam menyembuhkan kanker.
Berikut adalah ramuan untuk menyembuhkan penyakit kanker :
Ada 4 bahan yaitu :
Bahan I :
- Tumbuhan Kitolod 7 tangkai (dari akar hingga daun)
Ø Lempuyang 7 tangkai (dari akar hingga daun)
Ø Kesambi (Inbau) 7 pucuk daun
Ø Benalu teh 7 lembar (yang basah)
Ø Benalu cengkeh 7 lembar (yang basah)
Ø Benalu coklat 7 lembar (yang basah)
Cara membuat :
Ø Rebus semua bahan dengan air sebanyak 3 gelas hingga mendidih, sisakan hingga 2.5 gelas. Setelah dingin peras dan ambil airnya saja, sisihkan.
Bahan II :
Ø Kunir putih 2.5 kg
Ø Bangle 0.5 kg
Ø Lempuyang 0.5 kg
Cara membuat :
Semua bahan diparut lalu diperas tanpa tambahan air. Sisihkan setengah jam untuk diambil sarinya saja, sedangkan kanji yang tersisa di bagian bawah dibuang.
Bahan III :
Ø Biji Kedawung 0.25 kg
Cara membuat :
Ø Goreng kedawung tanpa minyak (sangrai) hingga mekar dan buang kulitnya.
Ø Kemudian tumbuk dan ayak halus, sisihkan.
Bahan IV :
Ø Paku bumi 2 cm
Ø Jamurkayu 1 keping selembar telapak orang dewasa
Cara membuat :
Parut kedua bahan tersebut lalu dicampur menjadi satu dengan bahan ketiga.
Cara buat seluruh bahan :
Ø Keempat bahan tersebut diatas dicampur menjadi satu lalu direbus hingga mendidih
Ø Tambahkan gula sebanyak 350 gram dan garam secukupnya
Ø Aduk hingga rata dan mengkristal (sampai kering)
Ø Angkat dan dinginkan
Ø Lalu ayak hingga halus
Cara pemakaian :
Campurkan 1 sendok makan ramuan diatas dengan 0.5 gelas air hangat sesuai dengan kebutuhan.
ASOKA (Ixora Sp.)
Selain macamnya beragam, tanaman hias ini mempunyai multifungsi. Artinya tidak hanya untuk tanaman indoor saja namun juga bisa untuk tanaman outdoor terutama untuk pembatas pagar, maupun untuk mengisi sudut-sudut rumah. Dengan multifungsi serta didukung penanganan yang relatif mudah membuatnya dapat disejajarkan dengan tanaman hias lain seperti mawar, atherium, krisan dan lainnya. Bahkan dengan perawatan yang teratur, tanaman ini bisa bertahan sampai beberapa tahun.
Menurut beberapa sumber, tanaman soka berasal dari daerah Asia Tropis. Bahkan disinyalir ada yang menyebutkan berasal dari negara Indonesia. Namun sejauh ini belum teruji kebenarannya, yang pasti dengan ditemukannya jenis bunga soka kuno yaitu Ixora javanica di pulau Jawa telah cukup menjadikannya alasan mengapa tanaman tersebut berasal dari negara kita.
Dugaan kuat mengenai asal usul tanaman ini lebih cenderung kepada negara India dan China, dimana di dua negera tersebut memiliki beragam jenis tanaman Soka. Penyebaran tanaman Soka ke seluruh wilayah negara bisa jadi tidak terlepas dari peran para pendeta beragama Hindu yang membawanya kemana dia pergi. Termasuk salah satunya ke negara kita. Perlu diketahui pula bahwa ini ada hubungannya dengan kepercayaan umat Hindu terhadap bunga Soka dimana bunga ini merupakan simbol hidup bersuka hati, sehingga sering digunakan sesaji untuk persembahan dewa Siwa dan Wisnu.
Bunga soka awalnya hanya sebagai tanaman liar type perdu. Dengan penampilan bunganya yang memancar seperti kembang api dan hidup di hutan-hutan liar, tidaklah mengherankan bila orang-orang Eropa menjulukinya dengan flame of the wood atau api dari hutan. Mungkin karena penampilannya yang menarik tersebut mengundang orang untuk membawanya ke rumah dan mmeliharanya sebagai tanaman hias. Dengan semakin berkembangnya pengetahuan, jenis soka hibrida saat ini telah bermunculan dengan menghadirkan warna-warna bunga yang lebih beragam dan meriah.
Morfologis dan Jenisnya
Tanaman soka merupakan tanaman yang menghendaki penyinaran matahari penuh terutama untuk merangsang pembungaan. Meskipun jenisnya cukup beragam, secara umum bentuk morfologis tanaman terutama bagian bunganya tidak jauh berbeda yaitu tersusun atas beberapa bunga kecil yang masing-masing memiliki empat petal mahkota dalam satu tangkai mirip payung terbuka.
Bunga soka yang masih kuncup mirip jarum sehingga akan terkesan gundukan jarum berwarna merah disaat belum mekar. Warna kelopak bunga ada yang merah, merah muda, ungu , putih dan kuning. Namun di Indonesia jumlah soka berwarna merah lebih banyak dibandingkan lainnya. Berbeda dengan bentuk bunganya, penampilan batang dan daun bunga soka bisa bermacam-macam. Ada yang lebar, ada yang sempit, ada juga yang medium tergantung asalnya. Soka Jawa lebih condong berdaun lebar dengan tandan bunga ramping dan kuntum bunganya berwarna merah.
Jenis-jenis soka terbagi dalam dua macam yaitu soka biasa dan soka hibrida. Yang tergolong soka biasa diantaranya : Ixora Coccinea, I. Lutea, I. Fulgen, I chinensis, I. Granifolia, I. Amboinica. Sedangkan soka hibrida antara lain :I. Mocrothyrsa, I. American, I. Pitsanuloke dan Soka bangkok.
Dengan beragam jenis yang ada, maka tidaklah salah bila kita ingin menata pekarangan lebih asri dengan bunga soka.
Sekarang ini sudah tersedia di pasaran beberapa varietas cantik tanaman hias soka (Ixora sp) di nursery-nursery. Kemolekannya dapat terlihat mulai dari warna daunnya dan bunganya yang beraneka ragam. Ada daun yang berbelang-belang, bergelombang dan keriting. Warna bunganya ada yang putih, kuning, merah, merah jambu berujung putih. Melihat daun dan bunganya seperti itu, tentu tampil cantik dan indah bukan?
Soka-soka tersebut diperoleh dari hasil persilangan beragam jenis. Untuk perawatan dan pemeliharaannya tidak terlalu sulit karena mudah beradaptasi dengan iklim di Indonesia yang tropis. Soka-soka cantik ini mulai berbunga setelah dipelihara kurang lebih 1-1,5 tahun sejak disemai.
Berikut ini beberapa varietas cantik tanaman hias soka (Ixora sp).
Soka Superba
Warna daunnya hijau muda, bentuk daun menyerupai daun tembakau, lebar daun soka ini bisa 10 kali lipat dari daun soka biasa (Ixora indica). Saat mekar, bunga mengeluarkan bau harum yang mirip dengan bunga kopi.
Soka Marmor
Sebutan marmor disematkan karena soka ini memiliki belang di daun seperti spot atau noktah. Spot atau noktah ini berwarna kuning keputihan yang tersebar seperti guratan. Untuk bunga Ixora coccinea ini berwarna merah jambu.
Soka Siantan
Kecantikan soka ini tampak dari bunganya yang berwarna oranye. Bentuk bunganya seperti mangkok yang tersusun rapat dan mendongak ke atas. Daun soka ini berbelang-belang dengan bagian putih dominan pada sisi luarnya. Tanaman hias soka ini merupakan hasil hibrida dari Thailand.
Soka Keriting
Tanaman hias soka ini memiliki warna bunga merah, kuning dan oranye yang merupakan hasil mutasi. Sosok daun-daunnya berbentuk keriting kecil-kecil seolah-olah merambat di sekujur tubuh.
Soka Putih
Semburat warna putih di daunnya menjadi daya tarik tersendiri. Bunganya berbau harum seperti bunga kopi. Soka putih memiliki nama latin Ixora chinensis.
Lima varietas cantik tanaman hias soka di atas cocok ditanam di taman maupun di pot eksklusif karena harganya memang masih terbilang mahal dan langka.
Manfaat Soka Bagi Kesehatan.
Tanaman soka sendiri mengandung beberapa zat yang memiliki khasiat untuk kesehatan seperti hematoksilin. Hasil pengujian laboratorium mengungkapkan fakta bahwa kulit kayu kering soka yang dihaluskan terdapat banyak sekali zat tanin dan zat organik yang mengandung besi, sedangkan kulit kayunya mengandung beberapa zat tanin dan catachin.
Tanaman bunga soka ini biasa dimanfaatkan dan diambil khasiatnya untuk pengobatan oleh masyarakat di India, beberapa penyakit dapat diobati dengan ramuan dari khasiat bunga asoka tersebut diantranya:
1. Kulit dari tanaman "Soka" digunakan sebagai astringent dan penenang rahim (uterine sedative). Herbal ini bekerja langsung pada serat otot rahim yang merangsang endometrium dan jaringan ovarium.
2. Untuk rahim/uterine, terutama untuk menorhagia karena fibroid rahim dan penyebab lainnya. Siapkan 4 ons kulit tanaman "soka", 4 ons susu, dan 16 ons air kemudian rebus semua bahan tersebut sampai air menguap. Ambil ramuan ini dan minum dengan susu. Ramuan bisa diminum untuk dua hingga tiga kali selama mengalami menorhagia.
3. Untuk pendarahan internal, wasir/hemoroid hemoragik, dan disentri hemoragik. Kulit pohon "soka" berguna juga untuk mengobati wasir/hemoroid hemoragik dan disentri hemoragik. Ekstrak dari kulit pohon "soka" bisa berefek baik untuk kondisi ini. Sedangkan "bunga soka" yang ditumbuk dan dicampur dengan air berguna untuk mengobati disentri hemoragik.
4. Haid tidak teratur. Ambil 15 gram "bunga soka", 15 gram "bunga" mawar, 90 gram daging lidah buaya, potong-potong. Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 600 cc air hingga tinggal 200 cc, saring. Minum 2 kali sehari sesudah makan.
5. Kram Betis. Ambil 2 "bunga soka"/siantan, 3 "bunga" mawar, 30 gram daun sembung segar. Cuci bersih semua bahan rebus dengan 600 cc air hingga tinggal 300 cc. Saring. Minum 2 kali sehari sesudah makan.
6. Luka pukul atau memar. Ambil 30 gram daun dan "bunga soka" lokal, 10 gram "bunga" mawar kering, 10 gram umbi daun dewa. Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Saring. Minum 2 kali sehari sesudah makan.
SEMAK IRIS (Neomarica longifolia)
Nama lokal: Iris
Nama ilmiah: Neomarica longifolia
Taksonomi (Steven, 2012):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas: Liliopsida (monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Iridaceae
Genus: Neomarica
Spesies: Neomarica longifolia
Bunga iris banyak dibudidayakan di berbagai belahan bumi di seluruh dunia. Bunga ini termasuk bunga “perennial” yang artinya salah satu bunga yang dapat hidup lebih dari 2 tahun. Salah satu keistimewaan bunga Iris adalah bisa tumbuh di darat maupun di air. Bentuk bunga Iris cukup unik dengan warna yang bervariasi seperti warna biru, putih, biru keunguan, pink, ungu kecoklatan, kuning dan orange. Bahkan ada yang berwarna hitam, tapi tak ada yang benar-benar berwarna merah asli.
Iris berkembang biak dengan akar rimpang (rhizome) atau biji. Pada akhir musim panas, iris bisa dibongkar, dipisahkan rhizomanya dan ditanam kembali. Jika melalui biji, bijinya harus diletakkan di dalam botol berisi pasir yang kemudian diletakkan di dalam freezer selama enam bulan, dikeluarkan dan kemudian ditanam dalam pasir sampai tumbuh anakan iris. Setelah anakan agak besar baru dipindahkan ke halaman.
Bunga iris dikenal juga sebagai bunga kado ulang tahun untuk orang yang lahir di Bulan Februari. Bunga iris ini melambangkan kebijaksanaan, persahabatan, gairah, keberanian dan pujian. Bunga iris biru dapat menunjukkan royalitas, sedangkan bunga iris kuning menjadi simbol gairah cinta. Bunga iris dijual dengan harga bervariasi tergantung penggunaannya.
Khasiat Tanaman Iris.
Bunga Iris tak hanya sedap dipandang, bunga hias inipun memiliki potensi sebagai tanaman obat alami.
Kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam bunga Iris antara lain iridin, tanin, resin, amilum, asam miristat, dan iron. Tak heran, bunga Iris pun memiliki efek farmakologis seperti memiliki rasa yang pahit pedas, netral, sedikit beracun, dan sangat berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan pembekuan darah, dan meningkatkan fungsi pencernaan.
Adapun cara aplikasi bunga Iris sebagai obat herbal ini sebagai berikut :
1. Untuk mengobati penyakit bisul, radang kulit bernanah, digigit ular atau serangga.
Cara penggunaannya dengan menyiapkan akar rimpang Iris yang dicuci dan dihaluskan sampai seperti bubur lalu ditempelkan pada bagian kulit yang sakit.
2. Untuk mengobati sembelit
Cara penggunaannya dengan menyiapkan akar rimpang Iris secukupnya yang dicuci dan digiling hingga halus lalu ditempelkan pada perut terutama pada bagian pusar.
3. Untuk mengobati penyakit sakit atau radang tenggorokan
Siapkan akar rimpang Iris secukupnya, laludiblender dengan ditambahkan air secukupnya. Kemudian airnya dipakai untuk kumur-kumur.
4. Untuk mengobati gusi bengkak
Cara penggunaannya dengan menyiapkan 15 gram akar rimpang Iris yang dicuci bersih dan diblender, ditambah dengan sedikit air lalu ditempelkan pada gusi yang sakit.
5. Untuk mengobati radang tenggorokan
Cara penggunaannya dengan menyiapkan 3-9 gram akar rimpang Iris kering atau 15-30 gram herba Iris dan 70 gram Lidah Buaya yang telah dikupas kulitnya, kemudian direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah agak dingin disaring lalu airnya diminum.
6. Untuk mengobati penyakit gangguan pencernaan
Cara penggunaannya dengan menyiapkan 3 gram akar rimpang kering Iris yang dicuci bersih dan dihaluskan lalu direbus dengan 200 cc air sampai airnya mendidih, setelah dingin diminum.
7. Untuk mengobati penyakit mual dan perut kembung
Cara penggunaannya dengan menyiapkan 3 gram akar Iris kering yang dicuci bersih dan digiling lalu diseduh dengan 200 cc air mendidih, setelah agak dingin diminum. Atau siapkan 3-9 gram akar Iris kering yang dicuci bersih dan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah agak dingin disaring lalu airnya diminum. Atau siapkan 3-9 gram akar rimpang Iris kering dan 10 gram Akar Jail yang dicuci bersih dan digiling halus lalu diseduh dengan air mendidih, setelah agak dingin airnya diminum.
8. Untuk mengobati penyakit hepatitis
Cara penggunaannya dengan menyiapkan 6 gram akar rimpang Iris kering atau 15-30 gram herba dan 20 gram temulawak yang dicuci bersih dan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum selagi hangat.
9. Untuk mengobati penyakit pembengkakan ginjal
Cara penggunaannya dengan menyiapkan 15 gram akar rimpang Iris yang dicuci bersih dan direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, hangat-hangat disaring lalu airnya diminum.
10. Untuk mengobati luka terpukul
Cara penggunaannya dengan menyiapkan 10 gram akar rimpang Iris yang dicuci bersih dan dihaluskan atau dijus, kemudian tambahkan 200 cc air masak, diperas dan disaring lalu diminum.
11. Untuk mengobati keseleo dan luka bakar
Cara penggunaannya dengan menyiapkan 3-9 gram akar rimpang Iris kering yang dicuci bersih dan digiling hingga halus, kemudian diseduh dengan air mendidih dan diminum secara teratur.














GANESHA FLORA BALI